PRINGSEWU – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang sempat viral di media sosial dan melibatkan dua pelajar di salah satu SMK di Kabupaten Pringsewu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan, Rabu (15/4/2026).
Permasalahan tersebut melibatkan dua pelajar berinisial AJP (16) dan NAW (17), yang dimediasi bersama orang tua masing-masing.
Kesepakatan damai dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak. Dalam isi pernyataan tersebut, kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak melanjutkan persoalan ke jalur hukum.
Dalam isi surat pernyataan tersebut menyatakan Kedua belah pihak telah saling menyadari kesalahan masing-masing dan sepakat untuk saling memaafkan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun,
Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Dan isi kesepakatan juga menuangkan bahwa di kemudian hari kedua belah pihak berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan atau menyakiti pihak lain.
Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa konten yang sempat viral telah disepakati untuk dihapus karena menjadi sumber permasalahan. Dimana pihak terkait bersedia menghapus konten yang telah diunggah di media sosial yang menjadi sumber permasalahan.
Sementara itu, pihak AJP juga menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya dan mengakui kejadian tersebut sebagai bentuk kesalahpahaman.
“Yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari,” ungkapnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, kedua belah pihak menyatakan persoalan telah selesai secara kekeluargaan dan diharapkan tidak menimbulkan konflik lanjutan.
Senada, Kepala Sekolah SMK, Istiarti Kartika Rinvari mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses mediasi tersebut, baik dari Polsek Pringsewu Kota, Tokoh Agama, Komnasham, Tokoh Organisasi, KPAI, serta rekan jurnalis sebagi kontrol sosial.
"Terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu, mudah-mudahan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," tutupnya. (Ant)